MOOC · Outline Kurikulum · 16 Pertemuan

Rajut Tekstil
Thufting
untuk
Merchandise

Kurikulum komprehensif yang mengintegrasikan seni rajut tradisional, teknik upcycling tekstil thufting, dan produksi merchandise bernilai jual — dari mengenal benang hingga membangun brand rajut yang siap pasar.

Teknik Rajut Tekstil Thufting Upcycling Yarn Sustainable Craft Merchandise Handmade Craft Business
Profil Kursus
16Total Pertemuan
6Unit Tematik
RajutKompetensi Inti
THFTThufting Yarn
MerchMerchandise Siap Jual
Tipe Sesi : Teori Praktik Rajut Tekstil Thufting Desain Bisnis Evaluasi
I
Unit Satu
Pertemuan 01–03 · Fondasi
Dunia Rajut, Tekstil & Alam Thufting
Membangun fondasi pengetahuan tentang seni rajut, ekosistem tekstil thufting, dan filosofi keberlanjutan sebelum jarum pertama diangkat.
01
Teori
Sejarah Rajut & Posisinya dalam Ekosistem Kreatif Tekstil Indonesia
Menelusuri perjalanan panjang rajut dari kebutuhan fungsional ke ekspresi artistik dan industri kreatif — serta mengapa rajut thufting menjadi tren yang relevan kini.
Deskripsi Materi

Pertemuan pembuka membangun panorama historis dan kontekstual seni rajut: dari rajut Mesir kuno abad ke-4, perkembangan knitting guilds Eropa abad pertengahan, revolusi industri yang mengubah rajut jadi produksi massal, hingga kebangkitan craft knitting kontemporer di era slow fashion. Peserta memahami mengapa rajut berbasis thufting — yang menggunakan benang hasil daur ulang tekstil bekas — menjadi gerakan paling relevan di persimpangan seni rajut dan keberlanjutan masa kini.

Isi Konten
Sejarah rajut dunia: Mesir Kuno, Eropa Abad Pertengahan, Revolusi Industri
Knitting guilds: profesionalisasi pengrajin rajut sejarah
Rajut di Indonesia: tradisi noken Papua, renda Eropa, dan craft modern
Kebangkitan slow fashion dan craft knitting abad ke-21
Thrifting tekstil dan benang daur ulang: gerakan global dan lokal
Ekosistem rajut Indonesia: komunitas, marketplace, event
Dampak lingkungan industri tekstil: mengapa thufting penting
Tren merchandise rajut 2024–2025: pasar dan peluang
Self-introduction: peserta menceritakan hubungan mereka dengan rajut
✂️ Fakta Menarik: Industri fashion adalah penyumbang 10% emisi karbon global. Satu kilogram benang daur ulang dari tekstil bekas dapat menghemat hingga 6 kg CO₂ dibanding benang baru — menjadikan rajut thufting bukan sekadar seni, tapi aksi lingkungan.
🎯 Capaian: Peserta mampu menjelaskan konteks historis dan ekologis rajut thufting, mengidentifikasi minimal 3 komunitas/platform rajut Indonesia yang aktif, dan mengartikulasikan relevansi kursus ini untuk tujuan personal mereka.
RavelryInstagram #rajutindonesiaPadlet (Intro Board)
02
TeoriTekstil Thufting
Mengenal Tekstil Thufting: Serat, Benang Daur Ulang & Klasifikasi Material
Membangun kemampuan mengenali, mengklasifikasikan, dan menilai kualitas tekstil thufting sebagai bahan baku benang rajut — kompetensi dasar yang menentukan kualitas produk akhir.
Deskripsi Materi

Kualitas benang thufting dimulai dari pemilihan tekstil yang tepat. Pertemuan ini membangun kemampuan identifikasi material tekstil secara sensoris dan teknis: membaca label komposisi serat, melakukan uji bakar untuk identifikasi kain tanpa label, memahami bagaimana berbagai jenis serat berperilaku saat dirajut — dari katun yang cool hingga wol yang elastis. Peserta juga belajar menilai kondisi dan potensi tekstil thufting sebelum proses konversi.

Isi Konten
Serat alami untuk rajut: katun, linen, wol, kasmir, alpaka, sutra
Serat sintetis: polyester, nilon, akrilik, spandex — sifat dan keterbatasannya
Serat campuran (blended): membaca rasio komposisi label
Burn test: identifikasi serat kain tanpa label secara akurat
Karakteristik rajut per serat: elastisitas, drape, ketahanan, perawatan
Sumber tekstil thufting terbaik untuk benang rajut: kain mana yang ideal?
Grade kondisi tekstil thufting: A (sempurna) hingga C (perlu treatment)
Praktik: identifikasi 10 sampel tekstil thufting (serat, kondisi, potensi)
🧵 Panduan Identifikasi Serat via Burn Test: Katun → terbakar perlahan, abu abu-abu, bau seperti kertas terbakar. Wol → terbakar lambat dan padam sendiri, bau rambut terbakar. Polyester → meleleh, berbau manis tajam, meninggalkan sisa keras. Nilon → meleleh seperti polyester tapi lebih lengket.
🎯 Capaian: Peserta mampu mengidentifikasi minimal 6 jenis serat tekstil menggunakan burn test dan pembacaan label, mengklasifikasikan 10 sampel tekstil thufting berdasarkan grade dan potensi rajut, serta memilih tekstil yang paling sesuai untuk jenis produk tertentu.
Burn Test KitLoupe/Kaca PembesarTabel Identifikasi Serat
03
Tekstil ThuftingPraktik Rajut
Konversi Tekstil Thufting menjadi Benang Rajut: Teknik Pemotongan & Preparasi Yarn
Keterampilan inti yang membedakan rajut thufting dari rajut biasa: mengubah kain bekas menjadi benang berkualitas yang siap dirajut melalui teknik pemotongan yang tepat dan efisien.
Deskripsi Materi

Mengubah tekstil bekas menjadi benang adalah seni tersendiri. Pertemuan praktik pertama ini membahas berbagai teknik konversi tekstil thufting menjadi "t-yarn" (fabric yarn) yang siap rajut: dari teknik spiral cutting yang menghasilkan benang panjang tanpa putus, continuous strip method, hingga teknik untuk berbagai jenis kain. Peserta juga mempelajari proses pencucian, pengeringan, dan penyimpanan benang thufting yang mempengaruhi kualitas akhir produk.

Isi Konten
Pengantar t-yarn (fabric yarn): apa, mengapa, dan bagaimana
Teknik spiral cutting: menghasilkan benang kontinu dari kain bundar
Continuous strip method: teknik untuk kain persegi panjang
Loop technique: membuat benang berstruktur loop dari jersey
Lebar pemotongan per jenis kain: menentukan ketebalan benang ideal
Pra-treatment kain thufting: pencucian, penghilangan noda, pengeringan
Membuat ball yarn: menggulung benang thufting dengan rapi
Zero-waste cutting: memaksimalkan setiap sentimeter kain bekas
Praktik terpandu: setiap peserta membuat minimal 50g benang thufting
✂️ Tips Spiral Cutting: Untuk jersey katun 100%, potong strip selebar 1–1.5 cm untuk benang medium-weight. Kain akan menggulung secara alami membentuk tabung saat diregangkan — ini tanda kualitas benang yang baik. Semakin tipis strip, semakin halus tekstur benang final.
🎯 Capaian: Setiap peserta mampu menghasilkan minimal 50g benang t-yarn dari tekstil thufting menggunakan minimal 2 teknik berbeda, dengan kualitas konsisten dan ukuran yang seragam untuk kebutuhan merajut.
Gunting Kain TajamRotary Cutter + Cutting MatWool Winder
II
Unit Dua
Pertemuan 04–06 · Teknik Dasar
Teknik Rajut Dasar dengan Benang Thufting
Membangun fondasi teknik merajut yang kokoh — dari cast on pertama hingga pola dasar yang menjadi bahan baku semua produk merchandise rajut.
04
Praktik Rajut
Alat Rajut, Cast On & Teknik Dasar: Knit, Purl & Stockinette
Dari jarum pertama hingga baris pertama: menguasai cast on, knit stitch, purl stitch, dan pola stockinette sebagai fondasi teknik rajut dengan benang thufting.
Deskripsi Materi

Pertemuan praktik pertama yang sepenuhnya berfokus pada teknik. Peserta diperkenalkan pada anatomi alat rajut dan belajar memilih ukuran jarum yang tepat untuk benang thufting (yang cenderung lebih tebal dari benang konvensional). Dari cast on, knit stitch dasar, hingga purl — semua dipraktikkan dengan benang thufting buatan sendiri dari Pertemuan 3. Keistimewaan benang thufting dari t-shirt jersey memberikan elastisitas unik yang perlu adaptasi teknik tersendiri.

Isi Konten
Mengenal jarum rajut: single-pointed, double-pointed, circular, interchangeable
Ukuran jarum untuk benang thufting: panduan memilih needle gauge
Alat pendukung: stitch marker, tapestry needle, row counter, blocking mat
Long-tail cast on: metode cast on paling efisien untuk t-yarn
Knit stitch (rajut halus): teknik English dan Continental
Purl stitch (rajut terbalik): teknik dasar purl yang konsisten
Stockinette stitch: kombinasi knit-purl baris bergantian
Tension control: mengelola tegangan benang thufting yang unik
Bind off: menutup rajutan dengan teknik stretchy bind off
Praktik: swatchcard 15×15 cm dengan stockinette dari benang thufting
🧶 Adaptasi Benang Thufting: Benang t-yarn dari jersey lebih elastis dari benang konvensional — gunakan jarum 1–2 nomor lebih besar dari yang direkomendasikan. Tegangan (tension) yang konsisten sangat kritis karena t-yarn cenderung meregang tidak merata jika ditarik tidak seimbang saat merajut.
🎯 Capaian: Peserta mampu melakukan long-tail cast on 20 stitches, merajut stockinette 15×15 cm dengan tension konsisten menggunakan benang thufting buatan sendiri, dan melakukan stretchy bind off yang rapi.
Jarum Rajut No. 9–12mmStitch MarkerRow Counter
05
Praktik Rajut
Pola Tekstur Dasar: Rib, Seed, Garter & Kombinasi untuk Merchandise
Memperluas kosakata teknik rajut dengan pola-pola tekstur yang paling berguna untuk produk merchandise — masing-masing dengan karakter visual dan fungsi yang berbeda.
Deskripsi Materi

Setiap pola rajut dasar memiliki karakter dan fungsi unik yang menentukan cocok-tidaknya untuk produk tertentu: rib yang elastis sempurna untuk aksesori wearable, garter yang tebal dan hangat ideal untuk coaster dan pouch, seed stitch yang tampak premium untuk produk fashion. Pertemuan ini membangun pemahaman hubungan antara teknik, tekstur, dan kesesuaian produk — fondasi penting sebelum merancang merchandise.

Isi Konten
Garter stitch: knit setiap baris — tekstur bergerigi, tebal, dan dimensi
1×1 Rib: alternating knit-purl per stitch — sangat elastis, untuk aksesori
2×2 Rib: struktur lebih tegas dan bervolume, ideal untuk tas dan pouch
Seed stitch: berselang-seling setiap baris — tekstur berbintik yang premium
Moss stitch: variasi seed yang lebih menonjol untuk produk dekoratif
Kombinasi pola: menciptakan stripe dan blok tekstur berbeda
Membaca notasi rajut: k, p, yo, sl, k2tog — dasar chart reading
Panduan pola → produk: matriks kesesuaian teknik dan merchandise
Praktik: 4 swatchcard mini (10×10 cm) per pola berbeda
📦 Panduan Cepat Pola → Produk: Garter = coaster, alas mug, pouch tebal. Rib = headband, scrunchie, manset. Seed = dompet, bungkus lilin, dekorasi. Stockinette = tote bag, baju rajut. Moss = produk dekoratif, frame foto rajut.
🎯 Capaian: Peserta mampu merajut 4 pola dasar (garter, 1×1 rib, seed, moss) dengan kualitas yang konsisten, membaca notasi rajut dasar, dan memilih pola yang tepat untuk 5 jenis merchandise yang berbeda.
06
Praktik Rajut
Shaping, Increasing & Decreasing: Membentuk Dimensi Produk Rajut
Keluar dari kotak dan persegi — menguasai teknik penambahan dan pengurangan stitch untuk membuat produk rajut dengan bentuk yang lebih dinamis dan fungsional.
Deskripsi Materi

Kemampuan shaping membuka dunia desain rajut yang jauh lebih luas. Pertemuan ini mengajarkan teknik increasing (menambah stitch: M1, KFB, YO) dan decreasing (mengurangi stitch: K2tog, SSK, PSSO) yang memungkinkan peserta membuat produk dengan kontur tiga dimensi — dari pouch berbentuk trapesium, tote bag bertulang bawah, hingga alas mug melingkar. Khusus untuk benang thufting, teknik shaping perlu adaptasi karena sifat elastis t-yarn yang berbeda.

Isi Konten
Make One (M1L & M1R): penambahan stitch tak kasat mata kiri dan kanan
Knit Front Back (KFB): penambahan stitch sederhana untuk pemula
Yarn Over (YO): penambahan dekoratif yang menciptakan lubang (lace effect)
K2tog (knit two together): pengurangan stitch miring kanan
SSK (slip slip knit): pengurangan stitch miring kiri yang rapi
Short rows: teknik membentuk dimensi tanpa memotong benang
Rajut melingkar (circular knitting) untuk produk tubular: pouch, tas
Adaptasi shaping untuk t-yarn: mengelola elastisitas yang lebih tinggi
Praktik: membuat alas mug melingkar (mini project pertama)
🎯 Capaian: Peserta mampu menerapkan minimal 2 teknik increasing dan 2 teknik decreasing, menyelesaikan 1 alas mug melingkar diameter 10 cm dari benang thufting, sebagai produk pertama yang siap jual.
Jarum Sirkular 40–60cmDouble-Pointed NeedlesMagic Loop Technique Guide
III
Unit Tiga
Pertemuan 07–08 · Thufting Lanjut
Teknik Thufting Yarn Lanjut: Pewarnaan, Blending & Karakter Benang
Mengeksplorasi potensi estetika penuh benang thufting melalui teknik pewarnaan ulang, blending multi-serat, dan menciptakan signature yarn yang menjadi identitas visual brand.
07
Tekstil ThuftingDesain
Pewarnaan Benang Thufting: Natural Dyeing & Re-dyeing Teknik Kontemporer
Mentransformasi warna benang thufting melalui teknik pewarnaan alami (kunyit, indigo, mangga) dan pewarnaan ulang kontemporer (tie-dye, shibori, space dyeing) untuk menciptakan benang eksklusif.
Deskripsi Materi

Salah satu keunggulan kompetitif terbesar benang thufting adalah kemampuannya untuk diproses ulang secara kreatif. Pertemuan ini adalah studio pewarnaan penuh: peserta mengeksplorasi dua jalur pewarnaan yang berbeda — natural dyeing menggunakan bahan-bahan alami Indonesia yang kaya warna, dan teknik kontemporer seperti tie-dye Jepang (shibori) dan space dyeing yang menghasilkan benang multi-warna eksklusif. Hasilnya: benang thufting yang tidak bisa ditemukan di mana pun — signature yarn yang menjadi identitas visual brand.

Isi Konten
Kimia dasar pewarnaan tekstil: mordant, pH, heat-fixing untuk serat berbeda
Natural dyeing Indonesia: kunyit, indigo, mahoni, kulit bawang, teh, gambir
Persiapan mordant: tawas, besi, tannin untuk berbagai serat
Tie-dye kontemporer: teknik ikat, lipat, jahit untuk benang thufting
Shibori: itajime, arashi, ne-maki untuk benang (bukan kain)
Space dyeing: mewarnai benang bagian per bagian untuk efek gradient
Ketahanan warna (color fastness): washing test dan sun test
Dokumentasi resep warna: mencatat formula untuk reproduksi
Praktik: setiap peserta membuat benang thufting dengan 2 teknik pewarnaan
🌿 Natural Dyeing Quick Guide: Kunyit + tawas → kuning cerah tahan lama (katun & wol). Kulit bawang merah + tawas → oranye keemasan (semua serat). Teh hitam → krem sampai cokelat tua (efek aging vintage). Indigo fermentasi → biru unik yang tak bisa ditiru warna sintetis.
🎯 Capaian: Setiap peserta menghasilkan minimal 2 gulung benang thufting berwarna menggunakan teknik berbeda (1 natural + 1 kontemporer), dengan color fastness yang lulus washing test, dan resep warna yang terdokumentasi.
Pot Stainless BesarTawas & Mordant KitPewarna Fiber Reactive
08
Tekstil ThuftingPraktik Rajut
Blending Multi-Material: Menggabungkan Benang Thufting dengan Benang Konvensional
Teknik menggabungkan benang thufting dengan benang komersial, benang wire, benang jute, atau elemen non-tekstil untuk menciptakan produk rajut dengan tekstur dan karakter yang unik.
Deskripsi Materi

Benang thufting tidak harus berdiri sendiri. Pertemuan ini mengeksplorasi dunia mixed media knitting: menggabungkan t-yarn dengan benang komersial (wool, cotton, chenille), material non-konvensional (benang jute untuk tas kaku, benang wire untuk perhiasan rajut, pita satin untuk sentuhan mewah), dan elemen dekoratif (manik, fringe, pom-pom). Hasilnya adalah produk dengan karakter yang sulit ditiru dan nilai jual premium.

Isi Konten
Prinsip blending: keserasian berat (weight) dan elastisitas benang berbeda
T-yarn + benang cotton komersial: tekstur contrast dalam satu produk
T-yarn + jute/raffia: produk tas semi-rigid yang kuat
T-yarn + wire: perhiasan rajut (bangle, brooch) yang mempertahankan bentuk
Teknik carry-along: membawa 2 benang sekaligus dalam satu stitch
Intarsia dasar: mengganti warna benang dalam satu baris tanpa carrier
Embellishment: menambahkan manik, fringe, dan pom-pom pada rajutan
Finishing mixed media: teknik weaving in ends untuk berbagai material
🎯 Capaian: Peserta mampu membuat 1 swatchcard mixed media menggunakan minimal 2 material berbeda, menerapkan teknik carry-along dengan konsisten, dan menghasilkan 1 mini produk (bangle atau coaster) dari kombinasi t-yarn + material kedua.
09
EvaluasiPraktik Rajut
Evaluasi Tengah Semester — Yarn Lab Exhibition: Pameran Benang & Produk Mini
Memamerkan dan mempertanggungjawabkan semua artefak yang dihasilkan dari Pertemuan 1–8: benang thufting, swatchcard teknik, produk mini, dan benang berwarna — sebagai portofolio crafting pertama.
Deskripsi Materi

Checkpoint tengah kursus berupa Yarn Lab Exhibition: setiap peserta menyusun dan mempresentasikan seluruh artefak craft yang telah dihasilkan dalam format mini-exhibition. Ini bukan ujian teori — ini tentang memperlihatkan perkembangan keterampilan melalui karya nyata. Fasilitator dan sesama peserta memberikan feedback konstruktif menggunakan rubrik craft yang terstruktur.

Komponen Evaluasi
Koleksi Benang Thufting (25%): minimal 3 gulung, 2 teknik potong berbeda, 100g total
Swatchcard Portfolio (25%): 6 pola berbeda (garter, rib, seed, moss, stockinette, shaping)
Benang Berwarna (20%): minimal 2 teknik pewarnaan, color fastness lulus washing test
Produk Mini (20%): 1 alas mug circular + 1 mini produk mixed media
Presentasi & Articulasi (10%): kemampuan menjelaskan pilihan teknik dan material
📋 Format Exhibition: Setiap peserta menyusun flat-lay foto semua artefak (boleh digital atau fisik), melampirkan catatan teknik untuk setiap item, dan melakukan presentasi 5 menit tentang perkembangan terbesar yang mereka alami selama 8 pertemuan pertama.
🎯 Capaian: Peserta memiliki portofolio craft awal yang terdokumentasi dengan baik, menerima feedback terstruktur dari fasilitator, dan mengidentifikasi 2–3 area teknik yang perlu diperkuat di paruh kedua kursus.
IV
Unit Empat
Pertemuan 10–11 · Teknik Lanjutan
Teknik Rajut Lanjutan & Finishing Produk Berkualitas
Memperluas repertoar teknik ke level yang menghasilkan produk dengan kualitas premium — cable, colorwork, seaming, dan finishing yang membedakan produk amatir dari produk profesional.
10
Praktik Rajut
Cable Knitting & Colorwork Dasar: Tekstur 3D & Pola Warna untuk Merchandise Premium
Menguasai teknik cable untuk menciptakan tekstur tiga dimensi yang dramatis, dan teknik stripes serta fair isle sederhana untuk colorwork yang menjadi nilai jual utama merchandise premium.
Deskripsi Materi

Cable knitting adalah teknik yang paling sering mencuri perhatian di platform visual seperti Instagram dan Pinterest — pola berpilin tiga dimensi yang tampak sangat kompleks namun sesungguhnya lebih sederhana dari yang terlihat. Pertemuan ini mengajarkan cable dasar (2/2 cable) hingga cable kompleks, serta teknik colorwork paling populer — dari stripe sederhana hingga fair isle sederhana 2 warna — yang menjadi elemen desain unggulan merchandise rajut premium.

Isi Konten
Anatomi cable: cable needle, cable abbreviations (C4F, C4B, dll.)
2/2 cable (C4F & C4B): cable dasar paling populer untuk merchandise
Honeycomb cable: kombinasi cable untuk merchandise premium
Cable dengan benang thufting: adaptasi untuk t-yarn yang tebal
Stripe sederhana: mengganti benang antar baris, weaving in stripes ends
Fair isle 2 warna dasar: carrying float, tensioning dua benang sekaligus
Colorwork chart reading: membaca grid warna dalam pola rajut
Kombinasi cable + colorwork untuk efek maksimal di produk kecil
Praktik: pouch cable 15×20 cm dari benang thufting berwarna
🎯 Capaian: Peserta mampu merajut minimal 2 jenis cable dan mengaplikasikan 1 teknik colorwork (stripe atau fair isle dasar), menghasilkan 1 pouch cable dari benang thufting yang siap dijadikan merchandise.
Cable NeedleColorwork Chart TemplateBobbins (Colorwork)
11
Praktik RajutDesain
Finishing, Seaming & Blocking: Mengubah Rajutan Mentah menjadi Produk Profesional
Teknik-teknik finishing yang membedakan produk rajut amatir dari produk profesional — seaming, blocking, weaving in ends, dan detail penyelesaian yang membuat produk tampak premium.
Deskripsi Materi

Produk rajut yang hebat tapi finishing-nya buruk tidak akan laku. Pertemuan ini adalah studio finishing intensif: dari teknik seaming yang rapi (mattress stitch, kitchener stitch), blocking yang menyempurnakan bentuk dan dimensi rajutan, hingga detail-detail kecil yang membuat produk terlihat premium — cara menyimpan benang sisa, merapikan tepi, menambahkan liner kain pada tas rajut, dan memposisikan label produk dengan benar.

Isi Konten
Weaving in ends: menyimpan benang sisa secara tak kasat mata dan kuat
Mattress stitch: teknik seaming vertikal untuk sambungan rapi dan elastis
Three-needle bind off: seaming sekaligus finishing ujung rajutan
Wet blocking: merendam, membentuk, dan mempin rajutan ke ukuran final
Steam blocking: untuk t-yarn yang tidak bisa direndam lama
Adding lining: memasang kain furing di dalam tas/pouch rajut
Hardware: memasang resleting, ring, rantai pada merchandise rajut
Label produk: posisi, metode pemasangan, dan standar informasi
🧵 Pro Finishing Tip: Untuk tas rajut dari t-yarn, selalu tambahkan bag stiffener (plastic canvas atau cardboard tipis) di bagian bawah sebelum memasang lining. Ini mencegah deformasi bentuk tas saat diisi berat — detail kecil yang membuat pembeli merasakan perbedaan kualitas secara langsung.
🎯 Capaian: Peserta mampu menerapkan semua teknik finishing pada pouch cable dari P10: seaming rapi, blocking sempurna, lining terpasang, dan hardware terpasang — menghasilkan 1 produk yang benar-benar siap jual dengan kualitas premium.
V
Unit Lima
Pertemuan 12–14 · Desain Produk
Merancang & Memproduksi Koleksi Merchandise Rajut Thufting
Menggabungkan semua kompetensi teknik ke dalam produksi koleksi merchandise yang koheren — dari tote bag, aksesori, hingga produk dekorasi rumah yang siap masuk pasar.
12
DesainPraktik Rajut
Merancang Koleksi: Konsep, Warna & Produksi Tote Bag Rajut Thufting
Dari moodboard koleksi hingga tote bag jadi: merancang dan memproduksi produk merchandise andalan yang menggabungkan semua teknik yang telah dipelajari.
Deskripsi Materi

Tote bag rajut adalah produk merchandise rajut thufting paling populer dan paling potensial secara komersial. Pertemuan ini memandu peserta melalui proses desain penuh: dari konseptualisasi koleksi (moodboard, palet warna, referensi visual), pembuatan pattern sederhana, hingga produksi tote bag rajut berukuran penuh. Setiap peserta merancang tote bag dengan identitas visual unik yang mencerminkan signature yarn mereka.

Isi Konten
Membuat moodboard koleksi merchandise: referensi estetika, warna, tekstur
Merancang palet warna benang thufting yang koheren untuk koleksi
Kalkulasi kebutuhan benang: berapa gram t-yarn per tote bag?
Pattern tote bag rajut: bottom-up vs. side-to-side construction
Handle options: knitted strap, leather handle, rope handle — kelebihan masing-masing
Ukuran standar tote bag untuk merchandise: mini, regular, market size
Integrasi teknik: cable, colorwork, atau texture di satu produk
Sprint produksi: merajut tote bag dalam sesi workshop panjang
📦 Target Produksi P12: 1 tote bag rajut ukuran regular (30×35 cm) berbahan 100% benang thufting buatan sendiri, dengan minimal 1 elemen desain dari teknik lanjutan (cable atau colorwork), handle terpasang rapi, dan lining kain furing.
🎯 Capaian: Setiap peserta menyelesaikan 1 tote bag rajut thufting premium dengan finishing lengkap — sebagai produk utama koleksi merchandise yang akan dipresentasikan dan dijual.
Canva (Moodboard)Stitch CalculatorPinterest (Referensi)
13
Praktik RajutDesain
Aksesori & Produk Dekorasi: Headband, Coaster Set & Wall Hanging Rajut
Memperluas lini merchandise dengan produk-produk aksesori dan dekorasi rumah yang saling melengkapi dan membentuk koleksi yang koheren dan menarik sebagai gift set.
Deskripsi Materi

Koleksi merchandise yang kuat butuh variasi harga dan produk — dari produk entry-level terjangkau hingga produk premium. Pertemuan ini memproduksi 3 kategori produk pelengkap yang memiliki pasar berbeda namun tetap koheren dalam satu koleksi: headband rajut (fashion aksesori), coaster set (home living), dan wall hanging (dekorasi). Ketiganya menggunakan teknik dan benang thufting yang sama namun memiliki market positioning berbeda.

Isi Konten
Headband rajut: pola twisted/cabled headband dengan t-yarn, ukuran adaptable
Joining headband: seaming melingkar rapi dan elastic insert
Coaster set (4 pcs): pola berbeda tiap coaster, garter-seed-rib-cable
Wall hanging rajut: dowel mounting, fringe cutting, dan komposisi visual
Konsistensi koleksi: bagaimana 3 produk ini terlihat "satu keluarga" visual
Gift set packaging: menyajikan koleksi sebagai paket hadiah premium
Strategi penetapan harga berdasarkan bahan + waktu + nilai estetika
Sprint produksi: setiap peserta menyelesaikan minimal 2 dari 3 produk
🎯 Capaian: Setiap peserta menyelesaikan minimal 2 dari 3 produk (headband, coaster set, wall hanging) yang koheren secara visual dengan tote bag dari P12 — membentuk mini koleksi merchandise rajut thufting yang siap dipresentasikan.
14
BisnisDesain
Branding, Fotografi Produk & Packaging Rajut Thufting yang Berkelanjutan
Membangun identitas visual brand rajut thufting, menguasai fotografi produk dengan smartphone, dan merancang packaging yang indah sekaligus ramah lingkungan.
Deskripsi Materi

Produk rajut thufting yang indah perlu presentasi yang sepadan. Pertemuan ini membangun kapasitas peserta memotret produk rajut secara profesional menggunakan smartphone — teknik pencahayaan natural, styling flat-lay dan still life, editing dengan preset yang konsisten — serta merancang packaging sustainable yang memperkuat narasi ekologi brand mereka. Juga termasuk: desain label gantung (hangtag) yang menceritakan asal-usul benang thufting sebagai nilai lebih.

Isi Konten
Brand identity rajut thufting: nama, warna, font, dan nilai brand
Fotografi produk rajut: pencahayaan natural sisi jendela (window light)
Styling flat-lay: props, background, komposisi untuk produk tekstil
Editing konsisten: Lightroom Mobile preset untuk estetika brand
Packaging sustainable: kraft paper, kain pouch bekas, kartu recycled
Hangtag design: menceritakan "kisah benang" — asal tekstil thufting
Care instructions untuk produk rajut thufting: label perawatan
Praktik: sesi pemotretan produk dari P12–P13
📸 Fotografi Produk Rajut Pro-Tips: (1) Tekstur rajut paling indah dengan cahaya miring 45°, bukan frontal. (2) Props kayu dan keramik matte melengkapi estetika craft lebih baik dari plastik mengkilap. (3) Perlihatkan detail close-up — cable stitch dan t-yarn texture adalah selling point utama yang hilang jika hanya foto keseluruhan.
🎯 Capaian: Peserta menghasilkan minimal 8 foto produk siap upload (4 flat-lay + 4 detail/close-up), brand identity sederhana yang terdokumentasi, dan packaging lengkap untuk 1 produk siap jual.
Lightroom MobileCanva (Hangtag)Props Fotografi
VI
Unit Enam
Pertemuan 15–16 · Bisnis & Final
Bisnis Rajut Thufting: Penjualan, Skalabilitas & Portofolio Final
Mengintegrasikan semua kompetensi craft dan bisnis ke dalam strategi penjualan yang konkret, serta mempresentasikan koleksi final sebagai puncak perjalanan belajar.
15
Bisnis
Membangun Bisnis Rajut Thufting: Harga, Kanal Penjualan & Strategi Pertumbuhan
Dari pengrajin menjadi pengusaha: strategi penetapan harga yang adil, pemilihan kanal penjualan yang tepat, dan rencana pertumbuhan bisnis rajut thufting yang realistis.
Deskripsi Materi

Tantangan terbesar pengrajin rajut adalah menetapkan harga yang adil — cukup untuk menutupi biaya dan memberi penghasilan layak, sekaligus kompetitif di pasar. Pertemuan ini membahas kalkulasi harga rajut yang realistis (bahan + waktu + overhead + keuntungan), strategi memilih kanal penjualan terbaik (marketplace lokal, Instagram, craft fair, pre-order), dan bagaimana membangun bisnis rajut thufting yang skalabel tanpa mengorbankan kualitas atau nilai keberlanjutannya.

Isi Konten
Kalkulasi harga rajut: formula material + waktu produksi + overhead + margin
Membayar diri sendiri secara adil: standar upah pengrajin per jam
Pricing strategy: value-based pricing untuk produk craft premium
Perbandingan kanal: Shopee, Tokopedia, Etsy, Instagram Shop, craft fair
Pre-order model: mengurangi risiko inventori untuk pengrajin kecil
Custom order: strategi kustomisasi sebagai premium revenue stream
Kolaborasi sesama pengrajin: joint bazaar, bundle koleksi, wholesale
Membangun komunitas pelanggan: loyalty dan repeat purchase
Praktik: menyusun pricing sheet dan rencana penjualan 3 bulan
💰 Formula Harga Rajut yang Adil: (Biaya Bahan × 2) + (Jam Produksi × Tarif/Jam) + (10–20% Overhead) = Harga Grosir. Harga Eceran = Harga Grosir × 2–2.5. Jangan pernah menetapkan harga di bawah harga grosir di channel manapun — ini melindungi nilai pasar karya rajut secara kolektif.
🎯 Capaian: Setiap peserta memiliki pricing sheet lengkap untuk seluruh koleksi merchandise mereka, rencana penjualan 3 bulan pertama dengan minimal 2 kanal aktif, dan memiliki minimal 1 produk yang ter-listing di platform penjualan online.
Pricing Calculator SheetShopee Seller CenterGoogle Sheets Business Plan
16
EvaluasiBisnis
Evaluasi Akhir — Craft Pop-Up: Pameran & Penjualan Koleksi Rajut Thufting
Puncak kursus: setiap peserta mempresentasikan dan "menjual" koleksi rajut thufting mereka dalam format pop-up market — pengalaman nyata sebagai pengusaha craft yang siap terjun ke pasar.
Deskripsi Materi

Craft Pop-Up Day adalah penutup kursus yang mereplika pengalaman nyata berjualan di craft fair. Setiap peserta menyiapkan booth mini mereka sendiri — menampilkan koleksi rajut thufting lengkap dengan display yang menarik, pricing tag, packaging, dan kemampuan menjelaskan produk kepada "pembeli" (sesama peserta, fasilitator, dan tamu undangan). Evaluasi dilakukan oleh panel sekaligus oleh pengalaman langsung berinteraksi dengan calon pembeli.

Komponen Evaluasi Akhir
Koleksi Produk (30%): minimal 4 item jadi (tote bag + 2 aksesori + 1 dekorasi), QC lulus
Kualitas Craft (25%): kerapian rajutan, konsistensi tension, kualitas finishing
Kohesi Koleksi & Branding (20%): moodboard, warna, packaging, hangtag selaras
Presentasi Booth & Selling (15%): display menarik, pitch produk, respons pertanyaan
Portofolio Benang Thufting (10%): dokumentasi proses: benang, swatchcard, pewarnaan
🛍️ Format Craft Pop-Up: Setiap peserta mendapat meja/area 60×60 cm untuk booth mereka. Disediakan 1 jam setup + 1.5 jam "penjualan" + 30 menit feedback panel. Peserta dengan penjualan tertinggi (simulasi voting dari pengunjung) mendapat "Best Seller Award" dari komunitas.
🧶 Setelah Pop-Up Day: Semua peserta menerima written feedback karya rajut, diundang bergabung di alumni community rajut thufting, dan mendapat akses ke template pattern eksklusif untuk 5 produk merchandise lanjutan sebagai bekal melanjutkan bisnis.
🎯 Capaian Akhir Kursus: Peserta memiliki koleksi merchandise rajut thufting yang lengkap dan siap jual, brand identity yang terdokumentasi, pricing strategy yang adil, dan pengalaman langsung "berjualan" yang membangun kepercayaan diri sebagai pengusaha craft yang berkelanjutan.